Sabtu, 08 Oktober 2011

Biografi Khalifah Abu Bakar Ashidiq

Abu Bakar Ashidiq adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW golongan Assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama masuk Islam). Abu Bakar lahir di Mekkah pada tahun 572 M dan wafat pada tanggal 23 Agustus 634/ 21 Jumadil Akhir 13 H. Abu Bakar merupakan keturunan Bani Tamim ( Attamimi ), suku bangsa Quraish. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin pada tahun 632.

Ia bernama lengkap 'Abd Allah ibn 'Uthman ibn Amir ibn Amru ibn Ka'ab ibn Sa'ad ibn Taim ibn Murrah ibn Ka'ab ibn Lu'ai ibn Ghalib ibn Fihr al-Quraishi at-Tamimi'. Panggilan Abu Bakar Sidik ini sebenarnya adalah sebagai gelar saja. “Abu” artinya bapak, “Bakar” artinya dengan segera (beliau dinamai demikian karena beliau masuk Islam dengan segera, mendahului yang lain). Kemudian “Ash-Shiddiq”, artinya “yang amat membenarkan”. Karena beliau amat membenarkan berbagai pengalaman dan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, terutama peristiwa Isra Mi’raj. Ayahnya bernama Abu Quhafah bin Amir dan ibunya bernama Salma Ummul Khair.

Masuknya Abu Bakar menjadi pengikut Nabi SAW berpegaruh besar dalam Islam. Banyak tokoh-tokoh Quraisy yang berhasil untuk masuk Islam seperti Utsman bin Affan, Al-Zubayr, Talhah, Abdur Rahman bin Awf, Sa`d ibn Abi Waqqas, Umar ibn Masoan, Abu Ubaidah ibn al-Jarrah, Abdullah bin Abdul Asad, Abu Salma, Khalid bin Sa`id, dan Abu Hudhaifah bin al-Mughirah

Membukukan Alqur’an

Pada tahun 12 H., Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengumpulkan Al-Qur’an dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit, dedaunan, maupun dari hafalan yang tersimpan dalam dada kaum muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah para Qari’ penghafal Al-Qur’an banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah. Zaid bin Tsabit pernah berkata, “Abu Bakar mengirim surat kepadaku tentang orang-orang yang terbunuh di perang Yamamah. Pada saat aku mendatanginya, aku melihat Umar bin Khathab berada disampingnya. Abu bakar lalu berkata, ‘Umar mendatangiku dan berkata, ‘Sesungguhnya banyak Qari’ penghafal Al-Qur’an yang telah gugur dalam peperangan Yamamah. Aku takut jika para Qari’ yang masih hidup, lalu di kamudian hari terbunuh dalam peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagaian besar dari ayat Al-Qur’an. Menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an.’Aku (Abu Bakar) bertanya kepada Umar, ‘Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah?’ Umar menjawab, “Demi Allah, ini adalah kebaikan!’” Dan Umar terus menuntut Abu Bakar hingga Allah melapangkan dadanya untuk segera melaksanakannya, akhirnya Abu Bakar pun setuju dengan pendapat Umar.

Zaid bin Tsabit berkata, “Kemudian Abu Bakar berkata kepadaku, ‘Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal, dan penuh amanah. Selain itu, engkau pun telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah, maka carilah seluruh ayat Al-Qur’an yang berserakan dan kumpulkanlah.’” Lalu, Zaid berkata pada dirinya sendiri, “Demi Allah, jika mereka memerintahkan aku untuk memikul gunung, tentulah lebih ringan bagiku daripada melaksanakan perintah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.” Kemudian Zaid bin Tsabit pun mulai mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an yang tertulis di daun-daunan, kulit, maupun dari hafalan para penghafal Al-Qur’an.

Sifat Dermawan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar Bin Khathab, dia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu aku sedang mamiliki harta. Lalu aku katakan, ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rasulullah untuk menginfakkan sebagian dari harta milikku.’ Rasulullah bertanya kepadaku, ‘Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku katakan kepada Rasulullah bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang aku infakkan (masih tersisa setengah harta untuk keluargaku red-) Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah dengan menginfakkan seluruh hartanya. Rasulullah menanyakan padanya, ‘Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku menyisakan untuk mereka Allah dan Rasulullah.’ Aku (Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi).

Di angkat menjadi khalifah

Selama masa sakit Rasulullah SAW saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam salat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam.

Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum Sunni dan Syi'ah. Di satu sisi kaum Syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin.sementara muslim syi'ah berpendapat kalau Rasulullah saw dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dll, tidak pernah meninggal umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir.dan juga banyak hadits di Sunni maupun Syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal Rasulullah saw, serta jumlah pemimpin islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara academic menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma, mengingat beliau berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istri beliau yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.

Pemerintahan di Masa Abu Bakar

Pengangkatan Abu Bakar menjadi khalifah, pada satu sisi memberikan kemudahan tersendiri bagi berlanjutnya pemerintahan negara Madinah, namun pada sisi lain munculnya penolakan orang-orang Arab, terutama orang yang baru masuk Islam untuk memberikan bai’at kepada Abu Bakar, bahkan mereka menentang Islam. Hal ini tidak mengherankan karena mereka menganggap bahwa masuknya mereka kedalam Islam disebabkan oleh perjanian yang dibuat dengan Muhammad, dan dengan kematian beliau, maka batallah perjanjian tersebut. Mereka adalah para muallaf yang belum memahami prinsip-prinsip keimanan dan ajaran Islam yang lain, disebabkan belum cukup waktu bagi nabi yang sangat tidak mungkin dapat dijangkau oleh utusan agama yang datang pada mereka.

Pada masa awal pemerintahannya, Abu Bakar banyak menghadapi gangguan dari berbagai golongan, antara lain orang-orang murtad, golongan yang tidak mau membayar zakat, dan nabi palsu. Adanya orang-orang murtad ini disebabkan karena mereka belum memahami benar tentang Islam, mereka baru dalam taraf pengakuan, atau masuk Islam karena terpaksa. Sehingga ketika Rasulullah wafat, mereka langsung kembali kepada agama semula. Karena mereka beranggapan bahwa kaum Quraisy tidak akan bangun lagi setelah pemimpinnya, Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Di samping itu mereka tidak dapat memisahkan antara agama dan Rasul pembawanya. Maka setelah meninggalnya Rasulullah, mereka tidak terikat lagi dengan agama Islam lalu kembali kepada ajaran agamanya semula.

Golongan orang yang tidak mau membayar zakat, kebanyakan berasal dari kabilah yang banyak yang tinggal di kota Madinah, seperti Bani Gathfan , Bani Bakar, dan lain-lain. Mereka beranggapan bahwa membayar zakat hanya kepada Nabi Muhammad, dan setelah Nabi wafat, maka tidak ada lagi kewajiban untuk membayar zakat.

Sedangkan orang-orang yang mengaku sebagai nabi, sudah mulai muncul pada hari-hari terakhir kehidupan Nabi Muhammad, walaupun mereka masih menyembunyikan tujuan mereka sebenarnya.Namun setelah Nabi Muhammad wafat, mereka semakin berani menunjukkan keinginan mereka, sebagai pengacau dan nabi-nabi palsu.Untuk mengatasi kekacauan tersebut, khalifah Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat, tindakan apa yang harus dilakukan. Akhirnya dengan kesepakatan bersama, semua golongan yang telah menyeleweng itu harus diperangi, salah satunya adalah perang Riddah, sampai mereka mau kembali kepada kebenaran.

Perang Riddah

Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.Perang Riddah (perang melawan kemurtadan) pun berjalan alot. Di bawah kepemimpinan Khalid ibnu Walid, akhirnya perang dapat diakhiri dengan kemenangan ditangan pemerintahan Abu Bakar. Namun akibat yang muncul adalah tewasnya banyak diantara sahabat yang hafal Al-Qur’an (Qori) karena keikut sertaan mereka dalam perang tersebut. Mereka adalah penghafal bagian-bagian Al-Qur’an. Melihat situasi ini, Umar merasa cemas karena mungkin makin bertamnya para Qori yang tewas akan menghilangkan sebagian Al-Qur’an. dengan alasan inilah akhirnya Umar mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan Al-Qur’an.Abu Bakar pada mulanya tidak setuju dengan usulan tersebut, karena tidak ada otoritas dari nabi untuk membukukan Al-Qur’an, namun kemudian ia setuju dan memberikan tugas tersebut kepada Zaid bin Tsabit untuk menuliskannya.

Ekspansi Islam

Perilaku politik lain yang di jalankan Abu Bakar adalah melakukan ekspansi. Ada dua ekspansi yang dilakukan Abu Bakar, yaitu :
  1. Ekspansi ke wilayah Persia di bawah pimpinan Khalid bin Walid . Dalam ekspansi ini (tahun 634 M), pasukan Islam dapat menguasai dan menaklukkan Hirah, sebuah kerajaan Arab yang loyal kepada Kisra di Persia. Daerah ini merupakan penyebaran bangsa Arab dari selatan, namun mereka dijadikan pintu masuk penyebaran islam ke wilayah di belahan timur dan utara.
  2. Ekspansi ke Romawi di bawah empat panglima perang, yaitu Ubaidah, Amr bin Ash, Yazid ibn Sufyan dan Syurahbil. Ekspansi ke wilayah Romawi yakni kerajaan Ghassaniyah, yang merupakan daerah protektorat Romawi dan menjadi benteng pertahanan dari serbuan Persia.
Prestasi Abu Bakar Selama menjadi Khalifah

Prestasi Abu Bakar Pada Masa Pemerintahannya dalam jangka waktu dua tahun tiga bulan bangsa-bangsa yang memberontak itu dapat kembali tenang dan menjadi bangsa bersatu yang kuat, disegani dan berwibawa, yang akhirnya malah dapat menerobos dua imperium besar yang ketika itu menguasai dunia dan menentukan arah kebudayaannya. Kedaulatan ini pula yang kemudian mengemban peradaban di dunia selama berabad-abad sesudahnya. Adapun prestasi yang lain yang ditempuh pada masa pemerintahan Abu Bakar adalah :
1. Perbaikan sosial (masyarakat)
2. Pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an
3. Perluasan dan penyebaran agama Islam
4. Menghadapi orang murtad dan orang yang tidak membayar zakat
5. Memberantas orang-orang yang menganggapnya beliau sebagai nabi.

Wafat
Khalifah Abu Bakar ra. meniggal dunia pada hari Senin, 23 agustus 624 M setelah lebih kurang 15 hari terbaring di tempat tidur. Dia berusia 63 tahun dan kekhalifahannya berlangsung 2 tahun 3 bulan 11 hari.

Abu Bakar memimpin sebagai khalifah selama dua tahun tiga bulan. Beliau wafat pada umar 63 tahun. Di antara wasiat Abu Bakar kepada Aisyah, “Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita membuat pedang kaum muslimin. Oleh karena itu, jika aku wafat, tolong berikan seluruhnya kepada Umar.” Ketika Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar, maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.”

Beliau dimakamkan berdampingan dengan makam Rasulullah yang terletak di kamar Aisyah. Beliau pun di shalatkan oleh Umar bin Khathab.

Rabu, 27 Juli 2011

manfaat buah mengkudu


Beberapa tahun belakangan ini buah pace, dikenal juga sebagai mengkudu atau noni, menjadi primadona pengobatan alami. Buah buruk rupa ini biasanya dilah menjadi jus untuk mengobati penyakit degenaratif seperti tekanan darah tinggi hingga diabetes melitus. Bahkan, buah pace dipercaya membantu penyembuhan kanker dan menambah kekebalan tubuh. Oleh karena itu, buah ini menjadi bahan pengujian di berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Di Indonesia, pengujian preklinis terhadap buah mengkudu baru saja dilakukan oleh Departemen Farmasi Universitas Indonesia (UI) yang diketahui oleh Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo. Pengujian ini mengkhususkan diri pada Pacekap, produk yang mengklaim mengandung 100 persen ekstrak murni sari buah mengkudu.

Khasiat mengkudu dalam mengontrol penyakit dalam mengontrol penyakit tekanan darah tinggi ada pada kandungan scopoletin0nya. “Zat ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah yang menyempit, sehingga bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang mengkudu ini menjaga stabiltias tekanan darah normal pada penderita diabetes,” lata Prof. Sumali dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.

Mengkudu juga mengandung zat bernama proxeronine, befungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan berupa vitamin C, proanthocyanidins, dan anthocyanidins juga terkandung dalam buah tersebut sehingga mampu mengusir radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.

Penguji terhadap Pacekap olth tim dari UI itu dilakukan terhadap tikus-tikus yang dibuat sedemikian rupa sehingga kadar gula dan tekanan darahnya tinggi. Dari pengujian itu dinyatakan, ekstrak mengkudu dalam Pacekap memberi efek penurunan tekanan darah secara bermakna atau signifikan. Demikian juga penurunan gula darah.

Diperlukan waktu selama 90 hari untuk menguji ekstrak mengkudu. “Pasien darah tinggi dan diabetes minum obat dalam jangka panjang. Kami menguji keamanan Pacekap bila dikonsumsi dalam jangka panjang supaya tidak menimbulkan efek samping bagi fungsi jantung, hati, ginjal dan keadaan hematologi (darah),” tambah Prof. Sumali.

Hasil pengujian itu memang membuktikan, ekstrak mengkudu aman dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sumber : Senior

Jumat, 17 Juni 2011

Awas! Debu Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak


Liputan6.com, Ottawa: Orangtua diimbau untuk teratur membersihkan rumah mereka dari debu dengan memvakum atau mengepelnya. Pasalnya, debu bisa mempengaruhi perkembangan otak anak.

Begitulah peringatan yang dikeluarkan para peneliti Kanada yang baru saja meneliti tentang debu. Berdasarkan penelitian tersebut, debu mengandung zat-zat beracun. Dan membersihkan termasuk dalam daftar lima teratas untuk membatasi bahaya paparan bahan kimia di rumah.

"Debu rumah adalah sumber utama dari eksposur zat beracun terhadap anak, termasuk timbal. Bahkan pada tingkat yang sangat rendah, diketahui berbahaya bagi perkembangan otak, "kata Profesor Bruce Lanphear dari Simon Fraser University, Kanada.

Pada Mei, sebuah studi debu yang dirilis oleh peneliti kesehatan Kanada mengungkapkan partikel timbal dapat diserap oleh tubuh yang ditemukan di semua rumah yang diuji dengan nilai rata-rata mulai dari delapan hingga 3.916 bagian per juta.

"Seorang bayi akan menyerap sekitar 50 persen timbal yang dicerna, sedangkan dewasa menyerap sekitar 10 persen, "kata Profesor Lanphear.

"Hal ini, dikombinasikan dengan seringnya perilaku anak-anak yang memasukkan tangan ke mulut, sehingga menempatkan anak-anak berisiko jauh lebih besar," jelasnya.

Tim mengatakan bahan kimia di rumah telah dikaitkan dengan gangguan belajar dan perilaku, asma, kanker dan cacat lahir.

Mereka menambahkan bahwa wanita hamil dan anak-anak harus tinggal jauh dari kamar ketika sedang direnovasi untuk menghindari paparan debu dan asap beracun dari cat dan lem.

"Waktu kerentanan terbesar adalah di dalam rahim," kata Erica Phipps, dari Kemitraan Kanada untuk Kesehatan Anak dan Lingkungan.

Rekomendasi lain untuk mengurangi eksposur termasuk beralih ke pembersih tidak beracun dan menyadari potensi racun dalam plastik dan beberapa jenis ikan.

"Jika orangtua mengambil tindakan-tindakan sederhana dalam lima bidang, mereka dapat secara signifikan mengurangi eksposur racun pada anak-anak,"ujar Ms Phipps.

Menteri Lingkungan Hidup Ontario, John Wilkinson, yang menyetujui rekomendasi, menambahkan: "Sebuah lingkungan yang bersih merupakan salah satu karunia terbesar yang dapat kita berikan kepada anak-anak dan cucu kita".

"Ini memastikan mereka memiliki kesempatan terbesar untuk berhasil, baik dalam tahun-tahun awal mereka perkembangan dan sepanjang hidup mereka".(DailyMail/MEL)

http://kesehatan.liputan6.com/read/339729/awas_debu_bisa_pengaruhi_perkembangan_otak_anak

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Terkena Diabetes

Liputan6.com, New York: Nonton TV berjam-jam? ah itu sudah biasa. Ketika lagi santai di rumah, atau lelah sehabis pulang bekerja, maka nonton TV adalah hiburan gratis paling menyenangkan. Eit! tapi jangan salah, nonton TV terlalu lama ternyata bisa menyebabkan penyakit. Apa itu?

Sebuah penelitian di negeri Paman Sam menyimpulkan, orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi memiliki risiko lebih besar untuk meninggal atau terserang diabetes dan penyakit jantung. Waduh! Bahkan efek itu lebih jelas lagi bagi orang yang dua jam menonton televisi sehari.

Setiap hari, penduduk AS menghabiskan waktu rata-rata 5 jam menonton televisi, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa 3,5 hingga 4 jam sehari. Angka itu disampaikan pemimpin penelitian Frank Hu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Harvard.

"Pesan ini sederhana. Mengurangi waktu menonton TV adalah cara penting untuk mengurangi kebiasaan duduk terus menerus, dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung," kata Hu seperti dikutip Reuters.

Duduk berlama-lama di depan TV tidak hanya menyebabkan kita menjadi kurang berolah raga, tapi juga cenderung menyantap makanan tidak sehat. "Kombinasi gaya hidup banyak duduk, pola makan tidak sehat dan obesitas menciptakan 'daerah pembiakan sempurna untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung." jelas Hu.

Untuk keperluan penelitian ini, Hu dan timnya meninjau 8 penelitian yang memeriksa kaitan antara waktu menonton televisi dan penyakit. Penelitian yang dipublikasikan dalam "Journal of the American Medical Association" itu mengikutkan lebih dari 200.000 orang, dalam jangka waktu 7 hingga 10 tahun.

Hu dan para koleganya menemukan bahwa untuk setiap dua jam sehari menonton televisi, risiko diabetes meningkat 20 persen, sementara risiko penyakit jantung naik 15 persen. Setiap dua jam menonton televisi per hari meningkatkan risiko kematian sebanyak 13 persen.

Berdasarkan hasil-hasil itu, Hu dan timnya memperkirakan bahwa di antara sekelompok 100.000 orang, mengurangi waktu menonton televisi sehari-hari selama 2 jam bisa mencegah 176 kasus baru diabetes, 38 kasus penyakit kardiovaskuler fatal, dan 104 kematian dini, setiap tahun.

Semua penelitian dalam analisis itu memastikan bahwa para partisipan tidak memiliki penyakit kronis, karena orang-orang yang umumnya kurang baik bisa lebih cenderung menonton televisi berjam-jam dan menderita diabetes, penyakit jantung atau kematian dini.

Tetapi, Hu dan timnya memperingatkan bahwa kemungkinan beberapa orang membentuk penyakit tak terlacak pada awal penelitian dapat mempengaruhi penemuan. Penelitian tidak bisa membuktikan bahwa menonton TV sendirian meningkatkan risiko penyakit, selain itu juga tidak bisa mengenali bagaimana menonton TV bisa memiliki pengaruh.

"Itu benar bila orang-orang yang banyak menonton TV berbeda dari mereka yang menonton dalam waktu lebih sedikit, terutama dalam hal pola makan dan tingkat kegiatan fisik," kata Hu.

Dia menambahkan, orang-orang yang banyak menonton televisi lebih cenderung menyantap makanan tidak higienis. Tetapi, pola makan tidak sehat dan kemalasan juga akibat dari menonton televisi berkepanjangan. Jadi penelitian itu beberapa pengaruh merugikan dari kebiasaan duduk berjam-jam.

Ini bukan penelitian pertama yang menghubungkan waktu menonton TV dengan pengaruh penyakit. Salah satunya laporan yang terbit pada 2007 yang menemukan bahwa waktu menonton TV berhubungan dengan tekanan darah tinggi dalam obesitas anak-anak.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa anak-anak yang kelebihan berat badan karena menyantap makan lebih banyak setelah menonton iklan makanan. (ANT/MLA)

http://kesehatan.liputan6.com/read/339476/terlalu_lama_nonton_tv_bisa_terkena_diabetes

Soal Modric, MU Diminta Ikut Bertempur


Liputan6.com, London
: Menyusul ditolaknya penawaran resmi yang diajukan Chelsea (Baca: Spurs Tampik Tawaran Chelsea untuk Modric) bintang Tottenham Hotspur Luka Modric membuka pintu bagi Manchester United andaikata Sir Alex Ferguson ikut bertempur dalam proses bidding.

Setelah Spurs menampik 22 juta pound yang disodorkan The Blues, Setan Merah sedang menimbang apakah akan ikut terjun dalam gelanggang perburuan Modric, pemain yang dikagumi Ferguson dan bahkan diklaim sebagai pesepakbola terbaik di ranah Inggris. Di lain pihak, klub kaya Manchester City pun ikut memonitoring situasi Modric yang bandrolnya ditaksir mencapai lebih dari 35 juta pound atau sekitar Rp 490 miliar.

Meskipun Spurs sendiri, seperti diungkapkan bosnya Harry Redknapp, yang bertekad akan menampik semua tawaran berapapun besarnya fee yang disodorkan, menurut representatif Modric, Nikky Vuksan, kliennya akan dengan senang hati menimbang tawaran dari MU andai Spurs memperbolehkannya.

“Memang benar seperti itu. Jika hal itu dilakukan Spurs (membolehkan Modric menimbang tawaran MU), maka kami akan duduk di meja perundingan untuk membicarakan masa depan kami dengan klub,” ujar Vuksan berhati-hati. “Ia sendiri gembira tinggal bersama Spurs. Setiap tawaran yang datang, keputusannya berada di tangan klub, menolak atau menerimanya. Sejauh ini hubungan kami dengan Spurs sangat baik. Kami pun tidak pernah melakukan sesuatu atas kehendak kami sendiri,” imbuhnya.

Karenanya, “Segala sesuatu yang terjadi selalu kami koordinasikan dengan Spurs. Lalu, semuanya tergantung Chairman, Daniel Levy, untuk membuat putusan. Sesuai dengan kontrak, Luka senang bermain di sini dan berniat membantu Spurs meraih gelar premiership dan bermain di ajang Liga Champions musim depan,” tegas Vuksan.

Meski demikian, Vuksan mengakui jika Modric berkeinginan tampil di ajang Liga Champions di setiap musim, kondisi yang tidak dapat dijamin andaikata ia tetap bermain bersama Spurs. “Tentu saja ia sangat senang tampil di ajang Liga Champions. Adalah kehormatan besar jika manajer sekaliber Sir Alex (Ferguson) memberi pujian padanya. Hal itu dijadikan motivasi oleh Luka untuk terus bermain di level tertinggi.”

Vuksan menolak mengomentari reaksi Modric menyusul penolakan Spurs atas tawaran Chelsea. “Saya minta maaf sebab tidak pada tempatnya jika saya yang memberi komentar. Yang pasti, ia (Modric) menghormati semua putusan klub,” tandas Vuksan yang mengaku tidak akan terkejut jika proses penawaran Modric akan mencapai pada level 40 juta pound. “Saya kira, itu bukan suatu kejutan. Saya pikir Luka adalah salah satu pemain terbaik dan termahal di dunia saat ini,” tambahnya.(MEG/Guardian).

http://bola.liputan6.com/epl/201106/339773/soal_modric_mu_diminta_ikut_bertempur

Selasa, 14 Juni 2011

Wanita Dalam Perspektif Duniaku

Berbicara tentang wanita memang sangat rumit dengan perspektif laki-laki pada umunya, karna sudah menjadi isu besar bahwa wanita adalah perhiasan dan hiburan yang diperuntukkan bagi laki-laki, setidaknya itulah yang tergambar dari sejarah peradaban masa lalu. Sejarah menunjukkan bayak peradaban besar seperti Yunani, Romawi, India, Cina dan Arab Jahiliyah menempatkan wanita dalam posisi yang sangat memprihatinkan, wanita diperlakukan sebagai budak yang dapat dierjualbelikan dan tidak memiliki hak untuk dirinya sendiri. Dalam ajaran yahudi, wanita sama dengan pembantu. Ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat. Pada abad ke 5 dan 6 masehi dalam pandangan sementara pemuka/pengamat Nasrani wanita adalah senjata iblis dan diadakan pertemuan yang membahas apakah wanita memiliki ruh atau tidak, wanita manusia atau tidak. Dari pembahasan itu disimpulkan bahwa wanita adalah manusia yang diciptakan semata-mata untuk melayani laki-laki. Lantas apa yang terjadi pada zaman sekarang dengan nasib wanita, saya pikir tidak jauh berbeda, hanya kemasannya saja yang berbeda.

Jika sejarah masa lalu menunjukkan bahwa wanita sama sekali tidak memiliki hak untuk dirinya sendiri maka zaman sekarang sudah cukup berbeda, wanita memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki bahkan memilki kekhususan sendiri dalam sauatu negara. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah wanita harus memiliki hak yang benar-benar sama dengan laki-laki atas nama kesetaraan Gender dan apakah wanita sudah menggunakan haknya dengan benar. Inilah yang menjadi masalah dan perdebatan zaman sekarang. Atas nama kesetaraan, tugas/kewajiban, norma-norma kemanusiaan dan Tuhan menjadi samar-samar bahkan terabaikan. Kemuliann dan kehormatan yang diberikan Tuhan untuk wanita sudah diputarbalikkan maknanya sesuai keinginan. Melihat realitas wanita zaman sekarang walaupun belum tentu mewakili seluruh wanita pada umunya sangat meprihatinkan. Mungkin saya salah satu dari sekian banyak laki-laki di dunia ini yang merasa bingung bagaimana caranya memperlakukan, memandang wanita dengan kemuliaan dan penuh penghormatan sementara wanita tidak memuliakan dan menghormati dirinya sendiri atau kemulian dan kehormatan memiliki makna yang berbeda menurut pandangannya.

Sebagai individu yang hidup dan dibesarkan di lingkungan yang hampir semuanya wanita, saya tentu memiliki pandangan sendiri terhadap wanita, wanita adalah sosok yang dimuliakan yang memiliki sifat lemah lembut, penyayang, dan pengasih yang tergambar dari Ibu ku Sendiri, wanita adalah sosok manusia yang terhormat (Kamus Linguistik, Kridalaksana, 1993 : 12 : Wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Mengalami proses ameliorasi, perubahan makna yang semakin positif.) dan pantas dihormati dan deperlakukan sesuai norma kebaikan. Wanita memilki dunianya sendiri yang memang harus dihargai dan juga memiliki hak yang yang sama dengan laki-laki/pria dan harus dihormati, tapi saya pikir hak-hak wanita haruslah sesuai dengan norma yang telah Tuhan berikan yang pastinya untuk kebaikan manusia secara keseluruhan dan untuk keseimbangan, keharmonisan dunia bersama. Jika ada sebagian diantara teman-teman pada tanggal 8 dan 9 Maret mengetahui dan merayakan Hari Wanita, mungkin inilah waktu untuk memaknai lagi bagaimana kita memberikan arti tentang kesetaraan Gender, wanita harus memandang kemuliaan dan kehormatan dirinya dan laki-laki/pria memperlakukan dan memandang wanita dengan cara yang baik.


sumber: http://generasiinfo.wordpress.com/2011/03/09/wanita-dalam-perspektif-duniaku/#more-959

Beda Kurang Gizi dan Gizi Buruk

Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak. Dari kurang gizi hingga busung lapar. Lalu bagaimana membedakannya?
Masyarakat terhenyak saat berita mengenai busung lapar yang menimpa anak-anak di NTB marak mengisi media massa. Silang pendapat antarpejabat pun tak kalah marak. Ada yang mengomentarinya semata-mata sebagai "kecelakaan", sebagian menyebutnya "sekadar" kurang gizi, dan sebagian lagi tegas-tegas mengatakannya sebagai busung lapar.

Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein. Bergantung pada derajat kekurangan energi-protein yang terjadi, maka manifestasi penyakitnya pun berbeda-beda. MEP ringan sering diistilahkan dengan kurang gizi. Sedangkan marasmus, kwashiorkor (sering juga diistilahkan dengan busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai MEP berat. Apa saja perbedaannya dan bagaimana ciri masing-masing?

KURANG GIZI
Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita, terutama di negara-negara berkembang. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:
* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.
* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.
* Maturasi tulang terlambat.
* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.
* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

MARASMUS
Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Meski masih anak-anak, wajahnya terlihat tua, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot-ototnya. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:
* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.
* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.
* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.
* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.
* Sering menderita diare atau konstipasi.
* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.

KWASHIORKOR
Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, bahkan pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.
* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring
* Anemia.
* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.
* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia (perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red.), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya.
* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.

MARASMIK-KWASHIORKOR
Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.
* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.
* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.
* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolik seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.
* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.

GAGAL TUMBUH
Selain malnutrisi energi-protein di atas, ada juga gangguan pertumbuhan yang diistilahkan dengan gagal tumbuh. Yang dimaksud dengan gagal tumbuh adalah bayi/anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak sebayanya. Untuk mudahnya, pertumbuhan anak tersebut ada di bawah kurva pertumbuhan normal. Tanda-tanda lainnya adalah:
* Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal
* Hilangnya lemak di bawah kulit secara signifikan
* Berkurangnya massa otot
* Dermatitis
* Infeksi berulang

FAKTOR PENYEBAB
Secara umum masalah malnutrisi energi-protein (MEP) disebabkan beberapa faktor. Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena bagaimanapun MEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
* Faktor sosial; yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. Sehingga banyak balita yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi.
* Kemiskinan; sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di negara-negara berkembang. Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan paling mendasar, yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi.
* Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. Ini pun menjadi penyebab munculnya penyakit MEP.
* Infeksi. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit.
Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi, daya beli masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan, serta pentingnya sosialisasi makanan bergizi bagi balita.

LANGKAH PENGOBATAN
Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal.
Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh.

Sumber: Dr. Adi S. Budhipramono, Sp.A.,
Siloam Gleneagles Hospital, Lippo Karawaci(Nakita)

http://artikelseputarbayi.blogspot.com/2006/07/beda-kurang-gizi-dan-gizi-buruk.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates