Rabu, 27 Juli 2011

manfaat buah mengkudu


Beberapa tahun belakangan ini buah pace, dikenal juga sebagai mengkudu atau noni, menjadi primadona pengobatan alami. Buah buruk rupa ini biasanya dilah menjadi jus untuk mengobati penyakit degenaratif seperti tekanan darah tinggi hingga diabetes melitus. Bahkan, buah pace dipercaya membantu penyembuhan kanker dan menambah kekebalan tubuh. Oleh karena itu, buah ini menjadi bahan pengujian di berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Di Indonesia, pengujian preklinis terhadap buah mengkudu baru saja dilakukan oleh Departemen Farmasi Universitas Indonesia (UI) yang diketahui oleh Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo. Pengujian ini mengkhususkan diri pada Pacekap, produk yang mengklaim mengandung 100 persen ekstrak murni sari buah mengkudu.

Khasiat mengkudu dalam mengontrol penyakit dalam mengontrol penyakit tekanan darah tinggi ada pada kandungan scopoletin0nya. “Zat ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah yang menyempit, sehingga bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang mengkudu ini menjaga stabiltias tekanan darah normal pada penderita diabetes,” lata Prof. Sumali dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.

Mengkudu juga mengandung zat bernama proxeronine, befungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan berupa vitamin C, proanthocyanidins, dan anthocyanidins juga terkandung dalam buah tersebut sehingga mampu mengusir radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.

Penguji terhadap Pacekap olth tim dari UI itu dilakukan terhadap tikus-tikus yang dibuat sedemikian rupa sehingga kadar gula dan tekanan darahnya tinggi. Dari pengujian itu dinyatakan, ekstrak mengkudu dalam Pacekap memberi efek penurunan tekanan darah secara bermakna atau signifikan. Demikian juga penurunan gula darah.

Diperlukan waktu selama 90 hari untuk menguji ekstrak mengkudu. “Pasien darah tinggi dan diabetes minum obat dalam jangka panjang. Kami menguji keamanan Pacekap bila dikonsumsi dalam jangka panjang supaya tidak menimbulkan efek samping bagi fungsi jantung, hati, ginjal dan keadaan hematologi (darah),” tambah Prof. Sumali.

Hasil pengujian itu memang membuktikan, ekstrak mengkudu aman dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sumber : Senior

Jumat, 17 Juni 2011

Awas! Debu Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak


Liputan6.com, Ottawa: Orangtua diimbau untuk teratur membersihkan rumah mereka dari debu dengan memvakum atau mengepelnya. Pasalnya, debu bisa mempengaruhi perkembangan otak anak.

Begitulah peringatan yang dikeluarkan para peneliti Kanada yang baru saja meneliti tentang debu. Berdasarkan penelitian tersebut, debu mengandung zat-zat beracun. Dan membersihkan termasuk dalam daftar lima teratas untuk membatasi bahaya paparan bahan kimia di rumah.

"Debu rumah adalah sumber utama dari eksposur zat beracun terhadap anak, termasuk timbal. Bahkan pada tingkat yang sangat rendah, diketahui berbahaya bagi perkembangan otak, "kata Profesor Bruce Lanphear dari Simon Fraser University, Kanada.

Pada Mei, sebuah studi debu yang dirilis oleh peneliti kesehatan Kanada mengungkapkan partikel timbal dapat diserap oleh tubuh yang ditemukan di semua rumah yang diuji dengan nilai rata-rata mulai dari delapan hingga 3.916 bagian per juta.

"Seorang bayi akan menyerap sekitar 50 persen timbal yang dicerna, sedangkan dewasa menyerap sekitar 10 persen, "kata Profesor Lanphear.

"Hal ini, dikombinasikan dengan seringnya perilaku anak-anak yang memasukkan tangan ke mulut, sehingga menempatkan anak-anak berisiko jauh lebih besar," jelasnya.

Tim mengatakan bahan kimia di rumah telah dikaitkan dengan gangguan belajar dan perilaku, asma, kanker dan cacat lahir.

Mereka menambahkan bahwa wanita hamil dan anak-anak harus tinggal jauh dari kamar ketika sedang direnovasi untuk menghindari paparan debu dan asap beracun dari cat dan lem.

"Waktu kerentanan terbesar adalah di dalam rahim," kata Erica Phipps, dari Kemitraan Kanada untuk Kesehatan Anak dan Lingkungan.

Rekomendasi lain untuk mengurangi eksposur termasuk beralih ke pembersih tidak beracun dan menyadari potensi racun dalam plastik dan beberapa jenis ikan.

"Jika orangtua mengambil tindakan-tindakan sederhana dalam lima bidang, mereka dapat secara signifikan mengurangi eksposur racun pada anak-anak,"ujar Ms Phipps.

Menteri Lingkungan Hidup Ontario, John Wilkinson, yang menyetujui rekomendasi, menambahkan: "Sebuah lingkungan yang bersih merupakan salah satu karunia terbesar yang dapat kita berikan kepada anak-anak dan cucu kita".

"Ini memastikan mereka memiliki kesempatan terbesar untuk berhasil, baik dalam tahun-tahun awal mereka perkembangan dan sepanjang hidup mereka".(DailyMail/MEL)

http://kesehatan.liputan6.com/read/339729/awas_debu_bisa_pengaruhi_perkembangan_otak_anak

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Terkena Diabetes

Liputan6.com, New York: Nonton TV berjam-jam? ah itu sudah biasa. Ketika lagi santai di rumah, atau lelah sehabis pulang bekerja, maka nonton TV adalah hiburan gratis paling menyenangkan. Eit! tapi jangan salah, nonton TV terlalu lama ternyata bisa menyebabkan penyakit. Apa itu?

Sebuah penelitian di negeri Paman Sam menyimpulkan, orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi memiliki risiko lebih besar untuk meninggal atau terserang diabetes dan penyakit jantung. Waduh! Bahkan efek itu lebih jelas lagi bagi orang yang dua jam menonton televisi sehari.

Setiap hari, penduduk AS menghabiskan waktu rata-rata 5 jam menonton televisi, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa 3,5 hingga 4 jam sehari. Angka itu disampaikan pemimpin penelitian Frank Hu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Harvard.

"Pesan ini sederhana. Mengurangi waktu menonton TV adalah cara penting untuk mengurangi kebiasaan duduk terus menerus, dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung," kata Hu seperti dikutip Reuters.

Duduk berlama-lama di depan TV tidak hanya menyebabkan kita menjadi kurang berolah raga, tapi juga cenderung menyantap makanan tidak sehat. "Kombinasi gaya hidup banyak duduk, pola makan tidak sehat dan obesitas menciptakan 'daerah pembiakan sempurna untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung." jelas Hu.

Untuk keperluan penelitian ini, Hu dan timnya meninjau 8 penelitian yang memeriksa kaitan antara waktu menonton televisi dan penyakit. Penelitian yang dipublikasikan dalam "Journal of the American Medical Association" itu mengikutkan lebih dari 200.000 orang, dalam jangka waktu 7 hingga 10 tahun.

Hu dan para koleganya menemukan bahwa untuk setiap dua jam sehari menonton televisi, risiko diabetes meningkat 20 persen, sementara risiko penyakit jantung naik 15 persen. Setiap dua jam menonton televisi per hari meningkatkan risiko kematian sebanyak 13 persen.

Berdasarkan hasil-hasil itu, Hu dan timnya memperkirakan bahwa di antara sekelompok 100.000 orang, mengurangi waktu menonton televisi sehari-hari selama 2 jam bisa mencegah 176 kasus baru diabetes, 38 kasus penyakit kardiovaskuler fatal, dan 104 kematian dini, setiap tahun.

Semua penelitian dalam analisis itu memastikan bahwa para partisipan tidak memiliki penyakit kronis, karena orang-orang yang umumnya kurang baik bisa lebih cenderung menonton televisi berjam-jam dan menderita diabetes, penyakit jantung atau kematian dini.

Tetapi, Hu dan timnya memperingatkan bahwa kemungkinan beberapa orang membentuk penyakit tak terlacak pada awal penelitian dapat mempengaruhi penemuan. Penelitian tidak bisa membuktikan bahwa menonton TV sendirian meningkatkan risiko penyakit, selain itu juga tidak bisa mengenali bagaimana menonton TV bisa memiliki pengaruh.

"Itu benar bila orang-orang yang banyak menonton TV berbeda dari mereka yang menonton dalam waktu lebih sedikit, terutama dalam hal pola makan dan tingkat kegiatan fisik," kata Hu.

Dia menambahkan, orang-orang yang banyak menonton televisi lebih cenderung menyantap makanan tidak higienis. Tetapi, pola makan tidak sehat dan kemalasan juga akibat dari menonton televisi berkepanjangan. Jadi penelitian itu beberapa pengaruh merugikan dari kebiasaan duduk berjam-jam.

Ini bukan penelitian pertama yang menghubungkan waktu menonton TV dengan pengaruh penyakit. Salah satunya laporan yang terbit pada 2007 yang menemukan bahwa waktu menonton TV berhubungan dengan tekanan darah tinggi dalam obesitas anak-anak.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa anak-anak yang kelebihan berat badan karena menyantap makan lebih banyak setelah menonton iklan makanan. (ANT/MLA)

http://kesehatan.liputan6.com/read/339476/terlalu_lama_nonton_tv_bisa_terkena_diabetes

Soal Modric, MU Diminta Ikut Bertempur


Liputan6.com, London
: Menyusul ditolaknya penawaran resmi yang diajukan Chelsea (Baca: Spurs Tampik Tawaran Chelsea untuk Modric) bintang Tottenham Hotspur Luka Modric membuka pintu bagi Manchester United andaikata Sir Alex Ferguson ikut bertempur dalam proses bidding.

Setelah Spurs menampik 22 juta pound yang disodorkan The Blues, Setan Merah sedang menimbang apakah akan ikut terjun dalam gelanggang perburuan Modric, pemain yang dikagumi Ferguson dan bahkan diklaim sebagai pesepakbola terbaik di ranah Inggris. Di lain pihak, klub kaya Manchester City pun ikut memonitoring situasi Modric yang bandrolnya ditaksir mencapai lebih dari 35 juta pound atau sekitar Rp 490 miliar.

Meskipun Spurs sendiri, seperti diungkapkan bosnya Harry Redknapp, yang bertekad akan menampik semua tawaran berapapun besarnya fee yang disodorkan, menurut representatif Modric, Nikky Vuksan, kliennya akan dengan senang hati menimbang tawaran dari MU andai Spurs memperbolehkannya.

“Memang benar seperti itu. Jika hal itu dilakukan Spurs (membolehkan Modric menimbang tawaran MU), maka kami akan duduk di meja perundingan untuk membicarakan masa depan kami dengan klub,” ujar Vuksan berhati-hati. “Ia sendiri gembira tinggal bersama Spurs. Setiap tawaran yang datang, keputusannya berada di tangan klub, menolak atau menerimanya. Sejauh ini hubungan kami dengan Spurs sangat baik. Kami pun tidak pernah melakukan sesuatu atas kehendak kami sendiri,” imbuhnya.

Karenanya, “Segala sesuatu yang terjadi selalu kami koordinasikan dengan Spurs. Lalu, semuanya tergantung Chairman, Daniel Levy, untuk membuat putusan. Sesuai dengan kontrak, Luka senang bermain di sini dan berniat membantu Spurs meraih gelar premiership dan bermain di ajang Liga Champions musim depan,” tegas Vuksan.

Meski demikian, Vuksan mengakui jika Modric berkeinginan tampil di ajang Liga Champions di setiap musim, kondisi yang tidak dapat dijamin andaikata ia tetap bermain bersama Spurs. “Tentu saja ia sangat senang tampil di ajang Liga Champions. Adalah kehormatan besar jika manajer sekaliber Sir Alex (Ferguson) memberi pujian padanya. Hal itu dijadikan motivasi oleh Luka untuk terus bermain di level tertinggi.”

Vuksan menolak mengomentari reaksi Modric menyusul penolakan Spurs atas tawaran Chelsea. “Saya minta maaf sebab tidak pada tempatnya jika saya yang memberi komentar. Yang pasti, ia (Modric) menghormati semua putusan klub,” tandas Vuksan yang mengaku tidak akan terkejut jika proses penawaran Modric akan mencapai pada level 40 juta pound. “Saya kira, itu bukan suatu kejutan. Saya pikir Luka adalah salah satu pemain terbaik dan termahal di dunia saat ini,” tambahnya.(MEG/Guardian).

http://bola.liputan6.com/epl/201106/339773/soal_modric_mu_diminta_ikut_bertempur

Selasa, 14 Juni 2011

Wanita Dalam Perspektif Duniaku

Berbicara tentang wanita memang sangat rumit dengan perspektif laki-laki pada umunya, karna sudah menjadi isu besar bahwa wanita adalah perhiasan dan hiburan yang diperuntukkan bagi laki-laki, setidaknya itulah yang tergambar dari sejarah peradaban masa lalu. Sejarah menunjukkan bayak peradaban besar seperti Yunani, Romawi, India, Cina dan Arab Jahiliyah menempatkan wanita dalam posisi yang sangat memprihatinkan, wanita diperlakukan sebagai budak yang dapat dierjualbelikan dan tidak memiliki hak untuk dirinya sendiri. Dalam ajaran yahudi, wanita sama dengan pembantu. Ajaran mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat. Pada abad ke 5 dan 6 masehi dalam pandangan sementara pemuka/pengamat Nasrani wanita adalah senjata iblis dan diadakan pertemuan yang membahas apakah wanita memiliki ruh atau tidak, wanita manusia atau tidak. Dari pembahasan itu disimpulkan bahwa wanita adalah manusia yang diciptakan semata-mata untuk melayani laki-laki. Lantas apa yang terjadi pada zaman sekarang dengan nasib wanita, saya pikir tidak jauh berbeda, hanya kemasannya saja yang berbeda.

Jika sejarah masa lalu menunjukkan bahwa wanita sama sekali tidak memiliki hak untuk dirinya sendiri maka zaman sekarang sudah cukup berbeda, wanita memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki bahkan memilki kekhususan sendiri dalam sauatu negara. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah wanita harus memiliki hak yang benar-benar sama dengan laki-laki atas nama kesetaraan Gender dan apakah wanita sudah menggunakan haknya dengan benar. Inilah yang menjadi masalah dan perdebatan zaman sekarang. Atas nama kesetaraan, tugas/kewajiban, norma-norma kemanusiaan dan Tuhan menjadi samar-samar bahkan terabaikan. Kemuliann dan kehormatan yang diberikan Tuhan untuk wanita sudah diputarbalikkan maknanya sesuai keinginan. Melihat realitas wanita zaman sekarang walaupun belum tentu mewakili seluruh wanita pada umunya sangat meprihatinkan. Mungkin saya salah satu dari sekian banyak laki-laki di dunia ini yang merasa bingung bagaimana caranya memperlakukan, memandang wanita dengan kemuliaan dan penuh penghormatan sementara wanita tidak memuliakan dan menghormati dirinya sendiri atau kemulian dan kehormatan memiliki makna yang berbeda menurut pandangannya.

Sebagai individu yang hidup dan dibesarkan di lingkungan yang hampir semuanya wanita, saya tentu memiliki pandangan sendiri terhadap wanita, wanita adalah sosok yang dimuliakan yang memiliki sifat lemah lembut, penyayang, dan pengasih yang tergambar dari Ibu ku Sendiri, wanita adalah sosok manusia yang terhormat (Kamus Linguistik, Kridalaksana, 1993 : 12 : Wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Mengalami proses ameliorasi, perubahan makna yang semakin positif.) dan pantas dihormati dan deperlakukan sesuai norma kebaikan. Wanita memilki dunianya sendiri yang memang harus dihargai dan juga memiliki hak yang yang sama dengan laki-laki/pria dan harus dihormati, tapi saya pikir hak-hak wanita haruslah sesuai dengan norma yang telah Tuhan berikan yang pastinya untuk kebaikan manusia secara keseluruhan dan untuk keseimbangan, keharmonisan dunia bersama. Jika ada sebagian diantara teman-teman pada tanggal 8 dan 9 Maret mengetahui dan merayakan Hari Wanita, mungkin inilah waktu untuk memaknai lagi bagaimana kita memberikan arti tentang kesetaraan Gender, wanita harus memandang kemuliaan dan kehormatan dirinya dan laki-laki/pria memperlakukan dan memandang wanita dengan cara yang baik.


sumber: http://generasiinfo.wordpress.com/2011/03/09/wanita-dalam-perspektif-duniaku/#more-959

Beda Kurang Gizi dan Gizi Buruk

Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak. Dari kurang gizi hingga busung lapar. Lalu bagaimana membedakannya?
Masyarakat terhenyak saat berita mengenai busung lapar yang menimpa anak-anak di NTB marak mengisi media massa. Silang pendapat antarpejabat pun tak kalah marak. Ada yang mengomentarinya semata-mata sebagai "kecelakaan", sebagian menyebutnya "sekadar" kurang gizi, dan sebagian lagi tegas-tegas mengatakannya sebagai busung lapar.

Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein. Bergantung pada derajat kekurangan energi-protein yang terjadi, maka manifestasi penyakitnya pun berbeda-beda. MEP ringan sering diistilahkan dengan kurang gizi. Sedangkan marasmus, kwashiorkor (sering juga diistilahkan dengan busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai MEP berat. Apa saja perbedaannya dan bagaimana ciri masing-masing?

KURANG GIZI
Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita, terutama di negara-negara berkembang. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:
* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.
* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.
* Maturasi tulang terlambat.
* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.
* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

MARASMUS
Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Meski masih anak-anak, wajahnya terlihat tua, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot-ototnya. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:
* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.
* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.
* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.
* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.
* Sering menderita diare atau konstipasi.
* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.

KWASHIORKOR
Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, bahkan pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.
* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring
* Anemia.
* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.
* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia (perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red.), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya.
* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.

MARASMIK-KWASHIORKOR
Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.
* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.
* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.
* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolik seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.
* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.

GAGAL TUMBUH
Selain malnutrisi energi-protein di atas, ada juga gangguan pertumbuhan yang diistilahkan dengan gagal tumbuh. Yang dimaksud dengan gagal tumbuh adalah bayi/anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak sebayanya. Untuk mudahnya, pertumbuhan anak tersebut ada di bawah kurva pertumbuhan normal. Tanda-tanda lainnya adalah:
* Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal
* Hilangnya lemak di bawah kulit secara signifikan
* Berkurangnya massa otot
* Dermatitis
* Infeksi berulang

FAKTOR PENYEBAB
Secara umum masalah malnutrisi energi-protein (MEP) disebabkan beberapa faktor. Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena bagaimanapun MEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
* Faktor sosial; yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. Sehingga banyak balita yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi.
* Kemiskinan; sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di negara-negara berkembang. Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan paling mendasar, yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi.
* Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. Ini pun menjadi penyebab munculnya penyakit MEP.
* Infeksi. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit.
Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi, daya beli masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan, serta pentingnya sosialisasi makanan bergizi bagi balita.

LANGKAH PENGOBATAN
Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal.
Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh.

Sumber: Dr. Adi S. Budhipramono, Sp.A.,
Siloam Gleneagles Hospital, Lippo Karawaci(Nakita)

http://artikelseputarbayi.blogspot.com/2006/07/beda-kurang-gizi-dan-gizi-buruk.html

Minggu, 05 Juni 2011

Jantung Tetap Sehat dengan Bawanng Putih

Bawang putih, selain diketahui berguna sebagai bumbu masak, namun ternyata umbi-umbian ini juga memiliki manfaat bagi tubuh kita. Hal itu karena adanya kandungan minyak atsiri yang terdapat pada bawang putih tersebut. Salah satu kegunaan bawag putih bagi kesehatan tubuh kita yakni cardiomyopathy atau salah satu bentuk penyakit jantung.

Bawang putih dikenal tak hanya sebagai salah satu bumbu penyedap masakan, tapi juga obat herbal sejumlah penyakit. Salah satunya karena bawang putih mengandung minyak atsiri yang bersifat anti-bakteri dan antiseptik.

Sebuah studi baru menunjukkan, bawang putih memiliki potensi besar mencegah cardiomyopathy, suatu bentuk penyakit jantung yang merupakan penyebab utama kematian pada penderita diabetes.

Seperti dikutip dari laman Times of India, pakar kesehatan Wei-Wen Kuo mencatat, penderita diabetes memiliki minimal dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit jantung.

Hasil studi menunjukkan, bawang putih dapat membantu mengontrol kadar gula darah tinggi abnormal yang terjadi pada penderita diabetes. Mereka menemukan bahwa tikus yang diberikan minyak bawang putih mengalami perubahan positif yang terkait dengan perlindungan terhadap kerusakan jantung.

Perubahan tampaknya dikaitkan dengan sifat antioksidan kuat dari minyak atsiri yang terkandung dalam bawang putih. Para ilmuwan mengatakan, mereka mengidentifikasi lebih dari 20 zat dalam minyak bawang putih yang dapat berkontribusi memberikan efek penyembuhan.

“Kesimpulannya, minyak bawang putih memiliki potensi signifikan untuk melindungi jantung dari kerusakan jaringan otot jantung sebagai penyebab cardiomyopathy,” ujar salah seorang peneliti.

Tak hanya itu, Kandungan allicin dan aliin dalam bawang putih juga bersifat anti-kolesterol, yang bermanfaat mencegah penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi. (Vivanews.com)


sumber: http://ibuprita.suatuhari.com/jantung-tetap-sehat-dengan-bawang-putih/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates